Powered By Blogger

Pengaruh Dunia Maya terhadap Kehidupan Manusia


Sumber Google.com luckynovita

This WordPress.com site is the bee's knees



“Pengaruh dunia maya menjadi masa/issu yang sangat kontemporer bagi vesi nilai-nilai kehidupan manusia.”

Oleh: Dainel Nakapa

Artikel(woto News)-Dunia maya (bahasa Inggris: cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Banyak orang mengartikan dunia maya atau jagat maya dengan internet ataupun sebaliknya. Tetapi menurut saya dunia maya dengan internet itu sesuatu yang berbeda.
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi infomasi yang berlangsung pada dunia luar ikut mendapat dampak dari hal tersebut berdasarkan data yang kami peroleh.


Di kota- kota besar setidaknya telah ada lebih dari 10 warnet yang berlokasi di sekitar kota dan telah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS namun sebagian dari mereka memiliki warung internet.

Pada dasarnya sudah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS, sehingga mereka dapat mengakses internet melalui handphone mereka kapanpun mereka inginkan. Dalam kondisi ini kami telah mencoba melihat lingkungan sekolah maupun masyarakat, ternyata mereka mengakui adanya teknologi seperti ini sangat menyenangkan bagi mereka.
 Karena mereka dapat mengakses internet dimanpun mereka mau. Sayangnya, kami sadari, adanya pelanggaran remaja (pelajar) terhadap peraturan sekolah untuk tidak mengaktifkan handphone selama kegiatan belajar mengajar berlangsung karena ketertarikan yang telah menggerogoti mereka. Para remaja mengakui seringnya lupa waktu, karena hal itu pada beberapa remaja yang lain mengakui warung internet adalah tempat yang lebih menyenangkan dan lebih menarik untuk mengakses internet.

Alasan yang teman-teman kami kemukakan relatif sama, biaya yang mereka keluarkan akan terasa lebih ringan dari pada harus menggunakan handphone yang menghabiskan pulsa, selain itu layanan di warnet, lebih baik karena mereka dapat mengakses data lebih luas dan lebih leluasa, mereka mengungkapkan bukan sekedar leluasa dalam hal pengaksesan. Namun juga dengan leluasa dapat keluar rumah memilih warung internet yang mereka sukai.

Bahkan secara leluasa memilih teman selama mengakses internet. Karena hal itulah kami berpendapat remaja di kota-kota besar mulai mengalami sikap modernisasi, di satu sisi mereka menginginkan kebabasan, namun di sisi lain mereka takut akan tanggun jawab yang mengiringi kebebasan itu.

Mereka mengaku lebih tertarik mengakses internet di luar rumah karena tidak akan mendapatkan pertanyaan – pertanyaan menyelidiki dari orang tua mereka, seperti, untuk apa kamu mengakses situs itu? Apa kegunaannya bagi kamu? dan berbagai pendapat orang tua yang mereka rasa perintah.

Pada dasarnya setiap remaja mengaku merasa kekhawatiran namun mereka menyatakan tidak terpengaruh dalam hal intensitas mereka mengakses internet, mereka tetap mengakses internet seperti kebiasaan mereka entah itu 1 minggu 3 kali, 1 minggu 5 kali, setiap hari, atau yang hanya memanfaatkan waktu luang saja, yang berbeda hanyalah kewaspaan mereka dalam hal mengungkapkan kalimat di internet ataupun tindakan – tindakan lainnya.

Dampak Positif Penggunaan Internet

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif Penggunaan Internet

1. Penipuan. Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

2. Carding. Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

3. Perjudian. Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.


Penulis  pemerhati masalah –masalah kehidupan papua


TPKP,Diajak Aksi Damai Peduli Masalah Kesehatan di Korowai




Selebaran Aksi Demo Damai ke DPR Papua. (Istimewa)


 Masalah Pendidikan dan Kesehatan di Papua secara khusus warga masyarakat Suku Korowai perlu mendapat perhatian serius, hal ini mendorong Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan (TPKP) Rimba Papua bersama masyarakat Papua diajak bersama – sama , untuk aksi demo damai  ke  ke DPR Papua, yang direncanakan, hari ini, Rabu (29/3).

JAYAPURA (WOTO NEWS)  Hal ini dibenarkan  Ketua Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan (TPKP) Rimba Papua, Norberd Kemi Bobii, saat dikonfirmasi LintasPapua.com,  sekaligus menjelaskan, bahwa aksi damai ini dilakukan, sebagai “Refleksi Kemanusiaan ditengah derasnya Otonomi Khusus dan melimpahnya laba Freeport dan ditengah persaingan era modern.

“Masalah kesehatan yang kini diterjang hingga mengalami peningkatan derajat kesehatan di Papua perlu dipandang sebagai salah satu titik keberhasilan bagi rakyat Papua dan pemerintahan, akan tetapi tidak begitu banyak perhatian oleh berbagai kalangan oleh karena dampak perubahan yang diberikan oleh pemerintah cukup signifikan,” ujar Ketua Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan (TPKP) Rimba Papua, Norberd Kemi Bobii, di Jayapura, Selasa (28/3).kepada www.woto news.blogspoot.com

 Dikatakan, Masalah Pendidikan dan Kesehatan di Papua secara khusus Korowai, perlu mendapat perhatian serius dan perlu dipandang dengan seksama bahwa ada kelonggaran berpikir dari setiap komponen yang berwenang baik mahasiswa hingga pemerintah pusat.

Spanduk Aksi Ajakan Peduli Bersama Masalah Pendidikan dan Kesehatan di Korowai (Istimewa)
“Pembiaran yang dilakukan nampaknya akan sangat berdampak terhadap angka harapan hidup yang kian menipis atau rendah. sehingga berdampak pada pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Faked – Uncen) ini mengajak, untuk semua masyarakat peduli kemanusiaan kesehatan pendidikan di Papua, maka wujudkan kebiasaan diskusi kita dengan aksi demo damai kemanusiaan secara bersama di Kantor DPRP Papua hari Rabu 29 Maret 2017.

 “Korelasi antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemda stempat agar dapat berkorelasi bersama baik eksekutif maupun legislatif agar persoalan ini benar-benar selesai dan diperhatikan secara berkelanjutan,” kata Mahasiswa Asal Deiyai ini.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Rusdianto Wenda menjelaskan, bahwa semua urusan untuk rencana aksi telah disampaikan sesuai prosedur kepada pihak Polda Papua dengan tembusan Polresta dan Polsek dan telah dilakukan klarifikasi untuk aksi damai tersebut.

 “Kami sudah dipanggil dan berikan keterangan dan pihak kepolisian siap mengawal semua aksi demo damai, dengan titik kumpul dari Expo Waena, Perumnas Tiga Waena dan Merpati Abepura, dimana semua kumpul di Merpati Abepura lalu jalan bersama yang dimulai sejak pukul 08.00 Pagi hingga selesai,” jelasnya.
 Wenda menilai, ketergantungan pendidikan dan berdaya juang tinggi dan creatif, nampaknya menjadi persoalan serius bangsa ini untuk memulai sesuatu demi masyarakat yang membutuhkan.

 “Tenaga sarjana yang dihasilkan dalam setahun dari berbagai lembaga pendidikan di Papua perlu menjadi tantangan bagi pribadi sarjana dan bagi lembaga pendidikan tersebut, agar mampu berkorelasi dengan pihak manapun guna menyediakan lapangan pekerjaan bagi yang berdaya juang rendah.

“Korelasi antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah daerah setempat, agar dapat berkorelasi bersama baik eksekutif maupun legislatif, sehingga  persoalan ini benar-benar selesai dan diperhatikan secara berkelanjutan,” harapnya.

 Disampaikan, bahwa bicara kesehatan adalah persoalan yang perlu di perhatikan karena hukum universal dan ini perlu terobosan penyelesaian masalah.

 “Masalah kesehatan dan pendidikan di Korowai perlu menjadi perhatian, selain dengan aksi ini kita harus melihat masalah kesehatan Papua secara menyeluruh, sebab mungkin pemerintah memberikan perhatian, namun kurang kontribusi keberlanjutan yang perlu diberikan perhatian lebih serius,” pesannya.

Dari informasi yang  diterima di Suku Korowai masih terdapat 7 (tujuh) suku lainya dan sekitar empat suku berada dalam posisi yang belum diketahui dan memang ada lembaga yang sedang meneliti, akan tetapi apakahini nantinya perulaku alam yaang begitu kuat atau apapun, semua membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, selain itu berbagai penyakit akibat sarana air bersih dan juga fasilitas kesehatan yang belum memadai.

 TPKP Rimba Papua, sebelum aksi demo damai, telah melakukan aksi penggalangan dana dan terus berjuang, agar  pemerintah memberikan perhatian serius pada masalah pendidikan.

Sekilas Suku Korowai. Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, Suku Korowai adalah suku yang baru ditemukan keberadaannya sekitar 30 tahun yang lalu di pedalaman Papua, Indonesia dan berpopulasi sekitar 3000 orang. Suku terasing ini hidup di rumah yang dibangun di atas pohon yang disebut Rumah Tinggi. Beberapa rumah mereka bahkan bisa mencapai ketinggian sampai 50 meter dari permukaan tanah. Suku Korowai adalah salah satu suku di daratan Papua yang tidak menggunakan koteka.
 Sampai tahun 1970, mereka tidak mengetahui keberadaan setiap orang selain kelompok mereka. Dan Bahasa mereka termasuk dalam keluarga Awyu-Dumut (Papua tenggara) dan merupakan bagian dari filum Trans-Nugini. Sebuah tata bahasa dan kamus telah diproduksi oleh ahli bahasa misionaris Belanda, sedangkan tempat tinggal Rumah pohon Korowai, mayoritas klan Korowai tinggal di rumah pohon di wilayah terisolasi mereka.

Sejak tahun 1980 sebagian telah pindah ke desa-desa yang baru dibuka dari Yaniruma di tepi Sungai Becking (area Kombai-Korowai), Mu, dan Basman (daerah Korowai-Citak). Pada tahun 1987, desa dibuka di Manggél, di Yafufla (1988), Mabül di tepi Sungai Eilanden (1989), dan Khaiflambolüp (1998).  Tingkat absensi kampung masih tinggi, karena relatif panjang jarak antara permukiman dan sumber daya makanan (sagu).

Pada tahun 1970-an, dimana seorang misionaris Kristen datang ke Papua dan mulai hidup bersama suku Korowai. Dari misionaris ini pula lah pada akhirnya suku Korowai mempelajari bahasa mereka, yaitu bahasa Awyu-Dumut, sebuah bahasa dari wilayah tenggara Papua. Pada tahun 1979, misionaris Belanda tersebut mendirikan sebuah pemukiman yang disebut Yarinuma. Di sini tinggal suku Korowai yang telah terbuka pada dunia luar. Biasanya yang datang kemari adalah anggota suku Korowai itu sendiri.
Suku Korowai adalah suku yang tinggal di tanah Indonesia. Secara geografis, masyarakat Korowai adalah penduduk Indonesia. Namun jangan tanyakan hal tersebut oleh masyarakat Korowai, berada di perkampungan masyarakat Korowai seakan berada di tempat lain yang tidak terpetakan. Menuju ke tempat ini pun harus ditempuh dengan perjalanan udara, menelusuri sungai, berjalan kaki menembus belantara serta melewati rawa dan lumpur. (Yerri Kogopa)

Kehadiran PTFI, Justru Menuai Konflik


Foto:sumber Google.com


(“Perpektif Antropologi Budaya Tentang Perbedaan Pandangan Hidup Terhadap Lingkungan Alam Oleh Suku Amungme,PT.Freeport Indonesia,Dan Negara”).

Oleh:Yerri Kogopa

(opini)-PT. Freepot indonesia (PTFI) adalah salah satu perusahan raksasa (perusahan transnasional) yang di operasikan oleh negara superpower yakni amerika serikat,PTFI (tambang/ greesberg) mulai beroperasikan dari sejak tahun 90 an di tembagapura papua,hingga sampai pada detik ini.

Tujuan utama kehadiran investor raksas barat di papua untuk meningkatkan kesejatraan dan kemakmuran rakyat serta negara untuk membangun dalam segalah bidang baik ekonomi kreatif,pendidik yang layak,kesehatan yang baik serta utamakan kesejatraan.

Masyarakat yang mendiami di sekitar penggulingan investor barat adalah suku amungme dan kamoro,suku amungme adalah salah satu suku yang menghuni di papua,tempat di kabupaten timika provinsi papua  yang selalu di berikan hak –hak ulayatnya.

 Sementara suku kamoro adalah pemilik hak ulayat dari datarang renda yang kini di pakai sebagai tempat     pembungan tailing,yaitu sisa pasir dari proses flotasi yaitu suatu ekstrasi logam emas perak dan tembaga.
Hak-hak ulayat suku asli (amungme dan kamoro) musti perlu di perhatikan serius oleh PTFI dalam keberlangsungan hidup selama proses ekspolorasi maining tambang berjalan, tetapi kenyataan yang terjadi justru menuai konflik.

Baik konflik fertikal antara masyrakat setempat dengan dengan PT.Freepoot dan konflik horisontal antara masyrakat dengan pemerintah,akar persolan  konflik yang terjadi adalah adanya sudut pandang yang berbeda terhadap pengelolaan lingkungan dan alam baik oleh suku amungme/kamoro PTFI dan negara akibat dari perbedaan tersebut pembangunan bukan mensejahtrakan namun yang terjadi adalah sebaliknya yaitu pembangunan/pengeloaan yang terjadi adalahh menuai konflik.penyebab utama terjadi konflik adalah berbeda pandangan/presepsi antara masrakat setempat,PTFI dan pemerintah. 
 
Tulisan ini, beranjak dari penglaman hidup selama berada di kabupaten Timika,papua sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 (di Bangku pendidikan SMK Tunas Bangsa timika) sementara itu pula,penulis selalu beritraksi,hidup jatuh bangun dengan suku kamoro (selama pendidikan SMP Lecoco D”ramanville kokonao) ,amungme,PT Freeport indonesia dan pemerintah setempat.



Penulis:Mahasiswa Pada Jurusan Hubungan Internasional(International Relation) Universitas Cenderawasih Uncen-Papua.